Cerita si Abdul yang menggantikan Ayahnya jualan Dagangan part 2

Melanjutkan cerita part 1

Setelah menghitung hasil dagangan, Abdul pergi ke mushola samping bengkel untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Kemudian, selepas sholat maghrib abdul pu  kembali ke bengkel untuk mengecek motor yang diperbaiki. Motor tersebut sudah diperbaiki dengan baik, Abdul pun mengucapkan Alhamdulillah dengan wajah tersenyum yang menunjukkan rasa syukur kepada Allah. Abdul menyelesaikan biaya perbaikan motor dengan jumlah 35.000 (tiga puluh lima ribu). 


Kondisi sekitar sudah gelap, sedangkan motor yang ia naiki tidak ada lampu untuk menerangi jalannya. Abdul dengan pelan-pelan mengendarai motor tersebut pulang ke rumah.
Perjalanan pulang ke rumah ditempuh dengan waktu 23 menit. Abdul tiba di rumah pada pukul 18:50, ia bergegas membawa barang dagangannya ke dalam rumah. 

Setelah selesai semua barang yang diturunkan, Abdul bercerita kepada ibunya kejadian-kejadian pada waktu ia berjualan. Ibunya pun memberikan motivasi dan dukungan penyemangat untuk Abdul. "Bahwa sesulit apapun yang ia alami tidak ada apa-apa nya dengan yang di alami oleh Ibu dan bapakmu nak, ". Ucap si ibu dengan nada yang kalem. 

Dari kisah tersebut kita pembelajaran bahwa " Sesulit apapun tantangan ataupun ujian yang Tuhan berikan kepada kita, wajib kita syukuri. Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada seorang hamba, melainkan Tuhan tau dan yakin bahwa seorang hamba yang diberikan ujian atau tantangan tersebut bisa melewatinya. 

Tamat. 

Cerita tersebut di ambil dari kisah saya sendiri pada waktu masih duduk di bangku MTS. 
Nama asli : M. Robith Syaifullah
Nama samaran cerita : Abdul
Kejadian : 2019


Komentar