MEWUJUDKAN GENERASI UNGGUL TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI: DIGITAL LITERACY

Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap individu kini dituntut untuk dengan cepat menguasai teknologi dan berbagai ilmu pengetahuan. Guna dapat menguasainya perlu adanya kemampuan yang memadai dalam literasi. Secara tidak langsung, literasi mempunyai peran yang sangat penting dalam penunjang kemajuan pendidikan suatu negara. Jika proses pendidikan terhambat, maka semakin sedikit terbentuknya sumber daya manusia yang baik dan juga berpengaruh pada aspek suatu negara. Dalam persaingan global pun literasi sangat mempengaruhi daya saling saing terhadap suatu bangsa. Dengan literasi, masyarakat akan lebih bisa bernalar, berpengetahuan, dan juga berfikir kritis.

 

Di Indonesia tingkat literasi masyarakat sangat rendah. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah penggunaan gadget yang berlebihan. Sehingga, budaya literasi yang rendah, tentunya dapat menghambat kemajuan pendidikan nasional. Minat baca masyarakat Indonesia dapat membuat masyarakat kesulitan menyerap ilmu pengetahuan dan informasi. Terlebih lagi, masyarakat tidak biasa membaca rentan terpapar dengan berita bohong (hoax) dan informasi yang menyimpang. Apalagi dengan maraknya berbagai hoax yang beredar diberbagai platform media sosial dapat menimbulkan propaganda.

 

UNESCO menyebut bahwa Indonesia posisi kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat bacanya sangatlah rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya 1 dari 1000 orang Indonesia yang rajin membaca. Ironisnya, meskipun minat baca rendah tetapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap bahwa orang Indonesia dapat menatap layer gadget kurang lebih 9 jam perhari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial masyarakat Indonesia berada di urutan 5 dunia.

Beberapa upaya yang dilakuakan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) dalam menanggulangi minimnya literasi masyarakat Indonesia. Tahun 2022, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) menyediakan lebih dari 15 juta eksemplar buku bacaan bermutu disertai pelatihan dan pendampingan untuk lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia. Selain itu, kemendikbudristek melakukan terobosan seperti Merdeka Belajar Episode ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia.


Namun, ada beberapa kekurangan dalam program tersebut, diantaraya keterbatasan dalam akses terhadap buku dan bahan bacaan yang berkualitas terutama di wilayah pedesaan maupun daerah terpencil. Selain itu, lembaga pendidikan seperti sekolah, sering kali kekurangan perpustakaan atau bacaan yang relevan dan menarik bagi siswa. Dan salah satu hambatan utama adalah budaya literasi yang belum mengakar kuat di kalangan masyarakat indonesia. Sehingga, dari kurangmya literasi dalam buku fisik, dan Berdasarkan hal diatas, tulisan ini hendak menjawab pertanyaan, Bagaimana Upaya Mewujudkan generasi unggul terhadap perkembangan teknologi melalui literasi digital?


PEMBAHASAN

Elizabet sulzby (1986) “The definition of literacy is the ability to write and read”. menurut Elizabet Sulzby literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis, dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan tujuannya. Adapun dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2017 mendefinisikan literasi adalah kemampuan untuk mengartikan informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan literasi dapat dikatakan sebagai kegiatan membaca, namun tidak berhenti sampai membaca, melainkan literasi mencakup menulis dan menganalisis.

 

Di era modern saat ini, gadget merupakan jalan pintas dari sumber referensi yang sulit untuk dijangkau. Paul Gilster mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan dalam memahami dan meaplikasikan informasi dalam berbagai format. Seperti yang diutarakan Mochtar Riady bahwasanya seluruh masyarakat Indonesia dari kalangan kanak-kanak sampai dengan orang dewasa telah menggunakan alat teknologi seperti handphone. Persentasi HP yang digunakan oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2016 telah mencapai 260 juta unit, berdasarkan 240 juta penduduk Indonesia, jika diartikan maka setiap rumah tangga memiliki dua atau tiga unit handphone.

 

Dengan peredaran teknologi tersebut seharusnya masyarakat indonesia sudah dapat dikatakan berdaya dalam pengggunaan teknologi, namun hal tersebut menjadi kebalikannya. Padahal, sejatinya literasi digital memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi yang signifikan. Dalam era informasi yang serba cepat seperti sekarang ini, kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara efektif menjadi suatu keharusan. Literasi digital dapat membantu masyarakat indonesia terkhusus generasi muda dalam mengembangkan keterampilan teknologi yang diperlukan untuk beradaptasi dengan dunia dalam konteks penunjang generasi muda untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi yang menjadi salah satu aspek penting.

 

Dalam hal ini terdapat beberapa cara dalam mewujudkan generasi unggul melalui media

digital literacy (literasi digital), seperti:


1. Pertama, memberikan pendidikan yang tepat tentang literasi digital yang mencakup pengajaran tentang cara menggunakan teknologi secara tanggung jawab dan etis. Masyarakat Indonesia terkhusus generasi muda perlu memahami resiko terkait dengan penggunaan teknologi, seperti penyebaran informasi yang salah, privasi maupun keamanan data. Dengan inibertujuan agar nantinya mereka dapat menjadi pengguna yang lebih bijak dan kritis.

2.  Kedua, menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi. Platform digital digunakan untuk memfasilitasi kerjasama antar anak muda, agar hal ini bisa mendorong untuk bekerja sama dalam mengembangkan keterampilannya.

3.  Ketiga, peran orang tua yang sangat penting. Mereka harus terlibat dalam penggunaan teknologi yang positif dan memberikan bimbingan kepada anak muda. Program pelatihan untuk orang tua tentang literasi digital dapat membantu mereka memahami cara mendampingi anak-anak muda dalam menggunakan teknologi dengan bijak.

Dengan langkah-langkah ini, dapat membentuk generasi yang tidak hanya terampil dalam menggunaka teknologi, tetapi juga mampu menghadapinya dengan bijak dan kritis, sehingga dapat berkontribusi secara positif untuk masyarakat maupun bangsa ini. Terlihat dari beberapa cara tersebut, realitanya masih belum efisien di Negara Indonesia. Diharapkan dalam menjamin penggunaan teknologi lebih diperhatikan terutama pada literasi digital.



PENUTUP

 Literasi digital merupakan langkah yang efektif di era pesatnya perkembangan zaman guna mewujudkan generasi yang unggul. Ada beberapa cara yang harus diambil agar masyarakat dapat mencapai tujuannya: 1) Memberikan pendidikan yang tepat tentang literasi digital secara tanggung jawab, 2) Menciptakan lingkungan yang mendukung adanya kolaborasi, 3) Peran orang tua. Dengan cara ini, generasi superior dapat direalisasikan dengan baik.


Referensi : 

Bahri, A. S. dkk. (2024). Literasi Digital sebagai Wujud Pemberdayaan Masyarakan di Era Globalisasi. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 10(2), 2.

https://kemendikbud.go.id Kemendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar ke-23: Buku Bacaan Bermutu di Indonesia, (Diakses pada 23 Mei 2025).

https://komdigi.co.id Teknologi Masyarakat Indeonesia, (Diakses Pada Tanggal 23 Mei 2025).

Komentar