Cerita si Abdul yang menggantikan Ayahnya Jualan Dagangan part 1

Di kisahkan ada seorang anak yang rajin membantu orang tuanya menyiapkan dagangannya. Sebut saja anaknya si Abdul. Abdul adalah anak ke 7 dari 8 saudara. Tetapi kakak yang pertama dan adik yang terakhir abdul meninggal tersisa 6 saudara yang mana abdul adalah anak yang terakhir. Pada 2018 abdul sudah berumur 15 tahun dan menginjak kelas 9 di MTS Islamiyah. 

Abdul terlahir dari Orang tua yang sederhana yang dimana bapak dari seorang abdul adalah seorang penjual Sari Ketan Hitam. Setiap hari ia membantu orang tuanya menyiapkan dagangan untuk di jual. Pada hari Minggu ( liburan sekolah) abdul setiap pagi ikut membersihkan botol yang sudah kotor untuk di isi minuman. Setelah pekerjaan membersihkan botol selesai dilanjutkan mengisi botol dengan air dari ketan hitam. Setiap hari (liburan) ia membantu orang tuanya. 


Suatu ketika pukul 12:30 abdul memaksa menggantikan bapaknya untuk mengirim dagangan ke warung-warung yang sudah di sediakan. Ia berangkat sendiri dengan membawa motor astrea dengan obrok yang berisi dagangan minuman Sari ketan hitam. Abdul mengelilingi daerah, mengecek, dan mengisi dagangannya ketika ada langgangannya yang sudah kosong (habis terjual). 

Pada sekitar pukul 14:37 Hujan mulai turun dan dagangan abdul masih banyak dan sedikit terjual. Abdul mencari tempat berteduh untuk memakai jas hujan. Setelah selesai memakai semuanya, abdul melanjutkan perjalanannya untuk menjual dagangannya. Ketika ditengah perjalanan abdul perasaannya kurang enak terhadap motor yang ia naiki. Ketika motor itu melaju dengan kencang, Tiba-tiba perseneleng "untuk menambah dan mengurangi laju" Itu putus. Seketika abdul kaget dan agak panik di dalam  hatinya mengatakan "yaallah lindungilah hambamu ini, jangan meti dulu yaallah hambamu belum punya pasangan" Ucap si abdul dengan panik dan agak tersenyum. 

Abdul pelan-pelan menginjak rem belakang dan dengan tangan yang agak gemetar mengendalikan setir sepeda motor. Setelah motor berhenti, abdul mengecek motor tersebut dan ternyata selain perseneleng yang putus ada juga ban yang ternyata terkena paku yang berakhibat ban bocor. Pada waktu itu, hujan pun turun. Abdul hanya bisa pasrah mengatakan dalam hati " Yaallah banyaknya cobaan yang kau berikan kepada hamba" Ucap si abdul dalam hati dengan raut muka yang pucat. Abdul hanya bisa menuntun motor tersebut pelan-pelan dengan hujan deras yang menimpanya. 

Setelah jarak 3 Kilometer jauh motor tersebut di tuntun, abdul menemukan bengkel yang mau membenahi motor tersebut. Abdul sangat bersyukur karena bengkel tersebut bersedia untuk memperbaiki motor yang rusak disaat ada beberapa bengkel yang enggan memperbaiki karena waktu menjelang maghrib. 

Waktu maghrib pun tiba. Abdul masih menunggu motor yang sedang diperbaiki. Sembari menunggu, abdul menghitung perolehan uang hasil jualan sari ketan hitam tersebut. Hasil yang diperoleh abdul sebanyak Rp. 53.000 (limapuluh tiga ribu rupiah).






Komentar