Sebelum menginjak ke materi inti, taukah kalian apa yang dimaksud dengan Al Qur'an?Apa pengertian pengumpulan Al Qur'an?Siapa saja yang menulis pada saat pengumpulan Al Qur'an?. Yuk simak penjelasannya.
Menurut bahasa arab Al Qur'an mempunyai definisi "Al Qur'an huwa kalamullahul munazzalu 'ala rosulihi sollallahu 'alaihi wassallam bi wasithotil wahyi Jibril 'alaihis salam lafdzon wa ma'na."
Al Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw dengan perantara wahyu Malaikat Jibril as secara lafadz dan makna. Lantas mengenai materi tentang ini yaitu pengumpulan al qur'an, apa definisi tentang pengumpulan Al Qur'an?. Pengumpulan Al Qur'an adalah penyusunan tulisan dalam bentuk mushaf dan disusun secara bertahap. Pada penyusunan Al Qur'an terbagi menjadi beberapa periode yang diantaranya, Pengumpulan Al Qur'an pada masa Nabi Muhammad, Pengumpulan pada massa Abu Bakar, dan Pengumpulan pada masa Ustman bin Affan.
Apakah dalam benah kalian mempunyai pertanyaan-pertanyaan seperti kenapa pada saat pengumpulan Al Qur'an itu ayat yang pertama kali turun tidak diletakkan didepan?. Al Qur'an disusun bukan sesuai dengan urutan turunnya al qur'an, karena penyusunannya Al Qur'an sesuai dengan wahyu Allah. Dimana saat nabi masih hidup, nabi telah menyampaikan kepada sahabat tentang urutan penyusunan Al Qur'an sesuai dengan petunjuk yang telah Allah wahyukan. Dan urutan tersebut berdasarkan Tauqifi yaitu berasal dari Allah, disusun langsung oleh Allah tanpa campur tangan manusia.
Pengumpulan Al Qur'an pada masa Nabi
Setelah wahyu turun, Nabi memanggil 40 sahabat untuk menuliskan ayat-ayat yang diucapkan. Menurut riwayat sahabat yang dipanggil antara lain Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dan Ubay bin Ka'ab untuk menuliskan ayat-ayat tersebut. Banyak sahabat yang yang tidak diperintahkan akan tetapi para sahabat mengikuti serta menulis dan menghafal ayat-ayat yang diaturkan oleh Nabi. Pada Nabi, para sahabat menggunakan media untuk menulis wahyu Al Qur'an menggunakan kulit binatang, pelepah kurma, batu, dan tulang.
Pada Pengumpulan Al Qur'an pada masa Nabi menggunakan 2 cara :
1. Jam'u fi Suthur yaitu pengumpulan Al Qur'an dengan cara menulis, ada pada penjelasan diatas yang Al Qur'an dikumpulkan dengan cara ditulis. Ada riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Ummi (buta huruf) tidak pandai membaca dan menulis. Oleh sebab itu, Nabi menyuruh dan mempercayai Zaid bin Tsabit untuk menuliskan Al Qur'an karena Nabi mempercayai kejujuran dan kebenaran atas beliau, dan Zaid bin Tsabit berhasil menjadi penerjemah Nabi.
2. Jam'u fi Sudhur yaitu pengumpulan Al Qur'an dengan cara memasukkan dihati atau dengan cara menghafal. Setiap Nabi menerima wahyu dari Malaikat Jibril, Nabi langsung memasukkan ayat tersebut kedalam hati (menghafal). Pada saat Nabi mengumpulkan sahabat untuk menuliskan ayat-ayat Al Qur'an banyak para sahabat yang tidak diperintahkan berkumpul lalu menghafal ayat-ayat tersebut, sehingga banyak para penghafal di masa tersebut.

Komentar
Posting Komentar